You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Eskavator Spider Keruk Saluran Kalibata
photo Rio Sandiputra - Beritajakarta.id

Eskavator Spider Keruk Saluran Kalibata

Sedimen di aliran Kalibata Atas yang membelah Taman Bibit, Jalan Tebet Barat 12 Jakarta Selatan dikeruk. Tidak seperti biasanya, Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan mencoba alat pengeruk baru yakni eskavator spider.

Ini bisa digunakan untuk saluran-saluran dengan lebar tidak terlalu besar seperti saluran penghubung

Pantauan beritajakarta.com, eskavator yang baru lebih terlihat seperti mobil robot yang biasa disaksikan di televisi. Alat ini memiliki 4 kaki seperti laba-laba dengan sepasang roda belakang besar dan sepasang roda depan lebih kecil.

"Ini bisa digunakan untuk saluran-saluran dengan lebar tidak terlalu besar seperti saluran penghubung. Dan karena memakai roda, bisa langsung masuk ke air dengan kedalaman tertentu," ujar Deddy Budi Widodo, Kepala Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan, Sabtu (25/7).

Saluran Penghubung Kalibata akan Dikeruk

Alat dengan berat kosong 1.900 kilogram ini juga dapat menaikkan ketinggian kabin kendali jika dibutuhkan. Sehingga saat berada di air agak dalam, tidak menyentuh ruang operator.

"Jadi kaki-kakinya itu bisa dibuat naik kalau tiba-tiba ada air lebih tinggi. Karena manuvernya tidak terlalu jauh, jadi bisa digunakan di kawasan pemukiman," jelasnya.

Alat tersebut juga mampu mengangkat sedimen dalam jumlah banyak. Dalam sekali angkat, bisa memenuhi karung dengan kapasitas 50 kilogram. "Cukup kuat menembus sedimen di bawah air dan bisa kerja lebih cepat untuk ruang sempit," ucap Deddy.

Meskipun begitu, lanjut Deddy, saat ini pihaknya baru memiliki satu orang operator yang mahir untuk alat baru ini. "Dia yang kemarin dilatih dari vendornya. Nah sekarang sekalian melatih operator lain agar bertambah, karena banyak fungsi tombol berbeda dengan ekskavator yang sudah ada," tandasnya.

Dalam pengerjaan sejak pukul 08.00-11.00 WIB, sedimen yang sudah berhasil diangkat lebih dari 100 karung. "Kalau volume pengerukan keseluruhan baru bisa dihitung jika sudah selesai semua. Ini kan masih berjalan," ungkapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1359 personAnita Karyati
  2. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye970 personDessy Suciati
  3. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye796 personFakhrizal Fakhri
  4. Hujan Bakal Basahi Jakarta Hari Ini

    access_time28-01-2026 remove_red_eye730 personDessy Suciati
  5. Sudinhub Jaksel Tindak Parkir Liar di Jalan Ciledug Raya

    access_time28-01-2026 remove_red_eye727 personTiyo Surya Sakti
close